Wednesday, 10 June 2015

Dari Mana Ya Dana Pendidikan Buat Buah Hatiku?



Kebanyakan pengelolaan keuangan keluarga diserahkan kepada sang istri. Posisi ini menyebabkan istri rentan dipersalahkan atau dipergunjing oleh karena manajemen keuangan keluarga yang buruk. Padahal, tidak selamanya manajemen keuangan yang rapuh itu disebabkan sang istri.


Tidak sedikit pula istri yang mendapat pujian karena cakap mengelola keuangan rumah tangga. Kepercayaan sekaligus tanggung jawab itu diemban dengan memikirkan secara matang segala kebutuhan dan keperluan rumah tangga, dibandingkan dengan pendapatan keluarga.


Salah satu yang sering dipikirkan sang istri atau ibu untuk anak-anak adalah dana pendidikan untuk sekolah anak. Apalagi menjelang akhir atau awal tahun, di saat semua sekolah pada menggelar open house. Rasanya kebutuhan akan pendidikan anak itu semakin mendera pikiran, apabila memang tidak dipersiapkan dengan matang.

Semua orang tua mengharapkan anak-anaknya mendapat pendidikan terbaik. Tetapi, pendidikan terbaik di Indonesia bukanlah sesuatu yang murah. Di tengah dua kutub kenyataan ini, seorang istri berada di tengah-tengah untuk mencari solusi terbaik.

Dua persoalan untuk dana pendidikan anak adalah kenyataan bahwa rata-rata uang sekolah naik sekitar 15% - 20% per tahunnya, tetapi pendapatan masyarakat Indonesia cenderung stagnan.

Beragam pilihan untuk menyelesaikan persoalan ini, seperti bekerja lebih giat untuk mengejar laba lebih besar, mencari pendapatan tambahan, atau menurunkan standar sekolah yang dituju. Tergantung pilihan. Karena, memilih sekolah untuk anak pada akhirnya kembali ke persoalan kesiapan dan ketersediaan dana.

Rencanakan Jauh Hari

Kendati biaya pendidikan meningkat dari tahun ke tahun, besaran kebutuhan dana untuk sekolah si kecil sudah bisa diprediksi jauh hari. Hal ini memberikan peluang bagi keluarga, khususnya sang istri sebagai penanggung jawab keuangan, untuk merencanakan dan mempersiapkan kebutuhan dana itu sejak dini.

Agar prediksi Anda tidak jauh meleset, beberapa hal ini penting untuk dilakukan. Pertama, tentukanlah sejak awal target sekolah yang akan cocok untuk si buah hati. Minimal dua sampai tiga sekolah sudah ada di benak Anda, demi mengantisipasi peluang diterimanya si buah hati pada sekolah tersebut.

Kedua, Anda sudah bisa memprediksikan besaran dana yang harus disiapkan tatkala sudah menentukan target sekolah yang akan dituju si buah hati. Jangan lupa, uang sekolah dan uang pakal rata-rata naik sekitar 15 – 20 persen per tahun.

Ketiga, Cek kondisi keuangan Anda. Berapa alokasi yang Anda sisihkan per bulan untuk menyiapkan dana pendidikan tersebut? Apakah dengan alokasi dana itu, pada saat dibutuhkan, Anda yakin semua biaya bakal terpenuhi dari dana tersebut?

Keempat, Jika dana yang Anda sisihkan itu tidak cukup untuk memenuhi target dana pendidikan dalam jangka waktu yang dibutuhkan, investasi adalah jalan keluar yang tepat. Investasi juga mengurangi sifat stagnan nilai mata uang tunai, bahkan cenderung menurun.

Ada berbagai tawaran investasi demi mengamankan dana pendidikan untuk anak. Berbagai tawaran itu seyogyanya dilihat sebagai peluang untuk memilih produk investasi yang paling tepat, sesuai kebutuhan dan ketersediaan dana.

Investasi untuk dana pendidikan bisa berupa produk dengan penghasilan tetap, seperti tabungan, deposito, dan asuransi. Alternatif lain adalah produk dengan penghasilan bertumbuh, seperti emas, reksadana, properti, obligasi, atau saham. Jika harus disesuaikan dengan jenjang pendidikan dan masa waktu, pertimbangkan alternatif ini:

Deposito dan reksa dana pasar uang

Sifatnya paling likuid sehingga bisa digunakan untuk keperluan kurang dari lima tahun. Simpanan satu ini boleh dipakai guna membayar keperluan uang pangkal TK dan SD.

Reksa dana pendapatan tetap

Jangka waktunya adalah 5-10 tahun. Jika dipersiapkan dari anak lahir maka bisa dipakai untuk uang masuk SMP.

Reksa dana campuran

Jika dilakukan secara teratur bisa digunakan untuk mempersiapkan  uang pangkal masuk SMA

Reksa dana saham

Manfaatkan untuk mempersiapkan uang pangkal masuk universitas.

Nah, mau pilih yang mana?

No comments:

Post a Comment