Kebanyakan pengelolaan keuangan keluarga diserahkan kepada sang istri. Posisi ini menyebabkan istri rentan dipersalahkan atau dipergunjing oleh karena manajemen keuangan keluarga yang buruk. Padahal, tidak selamanya manajemen keuangan yang rapuh itu disebabkan sang istri.
Tidak sedikit pula istri yang
mendapat pujian karena cakap mengelola keuangan rumah tangga. Kepercayaan sekaligus
tanggung jawab itu diemban dengan memikirkan secara matang segala kebutuhan dan
keperluan rumah tangga, dibandingkan dengan pendapatan keluarga.
Salah satu yang sering dipikirkan
sang istri atau ibu untuk anak-anak adalah dana pendidikan untuk sekolah anak.
Apalagi menjelang akhir atau awal tahun, di saat semua sekolah pada menggelar open house. Rasanya kebutuhan akan
pendidikan anak itu semakin mendera pikiran, apabila memang tidak dipersiapkan
dengan matang.
Semua orang tua mengharapkan
anak-anaknya mendapat pendidikan terbaik. Tetapi, pendidikan terbaik di
Indonesia bukanlah sesuatu yang murah. Di tengah dua kutub kenyataan ini,
seorang istri berada di tengah-tengah untuk mencari solusi terbaik.
Dua persoalan untuk dana pendidikan anak
adalah kenyataan bahwa rata-rata uang sekolah naik sekitar 15% - 20% per
tahunnya, tetapi pendapatan masyarakat Indonesia cenderung stagnan.
Beragam pilihan untuk menyelesaikan
persoalan ini, seperti bekerja lebih giat untuk mengejar laba lebih besar,
mencari pendapatan tambahan, atau menurunkan standar sekolah yang dituju.
Tergantung pilihan. Karena, memilih sekolah untuk anak pada akhirnya kembali ke
persoalan kesiapan dan ketersediaan dana.
Rencanakan
Jauh Hari
Kendati
biaya pendidikan meningkat dari tahun ke tahun, besaran kebutuhan dana untuk
sekolah si kecil sudah bisa diprediksi jauh hari. Hal ini memberikan peluang
bagi keluarga, khususnya sang istri sebagai penanggung jawab keuangan, untuk
merencanakan dan mempersiapkan kebutuhan dana itu sejak dini.
Agar prediksi Anda tidak jauh
meleset, beberapa hal ini penting untuk dilakukan. Pertama, tentukanlah sejak awal target sekolah yang akan cocok
untuk si buah hati. Minimal dua sampai tiga sekolah sudah ada di benak Anda,
demi mengantisipasi peluang diterimanya si buah hati pada sekolah tersebut.
Kedua, Anda sudah bisa memprediksikan besaran dana yang harus
disiapkan tatkala sudah menentukan target sekolah yang akan dituju si buah
hati. Jangan lupa, uang sekolah dan uang pakal rata-rata naik sekitar 15 – 20
persen per tahun.
Ketiga, Cek kondisi keuangan Anda. Berapa alokasi yang Anda
sisihkan per bulan untuk menyiapkan dana pendidikan tersebut? Apakah dengan
alokasi dana itu, pada saat dibutuhkan, Anda yakin semua biaya bakal terpenuhi
dari dana tersebut?
Keempat, Jika dana yang Anda sisihkan itu tidak cukup untuk
memenuhi target dana pendidikan dalam jangka waktu yang dibutuhkan, investasi
adalah jalan keluar yang tepat. Investasi juga mengurangi sifat stagnan nilai
mata uang tunai, bahkan cenderung menurun.
Ada
berbagai tawaran investasi demi mengamankan dana pendidikan untuk anak.
Berbagai tawaran itu seyogyanya dilihat sebagai peluang untuk memilih produk
investasi yang paling tepat, sesuai kebutuhan dan ketersediaan dana.
Investasi untuk dana pendidikan
bisa berupa produk dengan penghasilan tetap, seperti tabungan, deposito, dan
asuransi. Alternatif lain adalah produk dengan penghasilan bertumbuh, seperti
emas, reksadana, properti, obligasi, atau saham. Jika harus disesuaikan dengan
jenjang pendidikan dan masa waktu, pertimbangkan alternatif ini:
Nah, mau pilih yang mana?
No comments:
Post a Comment