Anda termasuk wanita yang cenderung memilih momen untuk mulai melakukan sesuatu? Apalagi, sesuatu itu merupakan tekad, dengannya Anda telah yakin bakal membawa perubahan berarti untuk hidup Anda.
Tidak salah dan bukan aneh. Karena wanita
memang selalu ingin menyimpan dan mengenang dalam endapan memorinya setiap keberhasilan
dan kegagalan dalam fase hidupnya. Memilih momen untuk mulai melakukan sesuatu
menjadi penting bagi kaum wanita sebagai memorabilia.
Tahun baru menandai era baru. Demikian pun
dengan Imlek. Banyak dari kaum wanita yang sudah menyimpan catatannya pada
sebuah buku rahasia di bilik lemari, pada gadget, atau bahkan di labirin
hati. Entah, berapa kalimat tertulis di sana. Apakah itu penghapusan atas dosa
karena berniat membuka lembaran baru, atau semacam kumpulan harapan di tahun
baru.
Jika Anda termasuk salah satu dari tipe
wanita ini, tidak ada salahnya mengakhiri tahun dengan mengevaluasi kondisi
keuangan. Lalu, mulailah tahun baru ini dengan tekad dan target yang baru.
Perencanaan keuangan selalu dimulai dengan
evaluasi. Kita butuh waktu sejenak, lebih dari sekedar menanti taxi di halte,
untuk mengecek tagihan, pengeluaran, dan pendapatan kita. Jelang tahun baru
seperti Imlek adalah salah satu waktu yang tepat jika Anda belum melakukan itu
di akhir tahun lalu.
Untuk memulai, bagaimana kalau kita melakukan dengan mengikuti check-list
berikut:
1.
Apakah tahun ini Anda mulai menerapkan perencanaan keuangan?
Setiap langkah besar selalu dimulai
dari langkah kecil. Dengan memulai saja, Anda berada selangkah di depan untuk
merancang masa depan yang relatif lebih terjamin. Jika Anda belum melakukan
perencanaan, bagaimana Anda dapat mencapai tujuan keuangan, yakni target
tertentu yang ingin Anda capai?
Selanjutnya introspeksi, seberapa
disiplin Anda melakukan perencanaan keuangan. Apakah Anda menyusun anggaran
dengan tepat dan sesuai kebutuhan secara rutin dan berdisiplin menerapkannya?
2.
Apakah Anda juga telah mulai melakukan
investasi?
Anda tentu sudah
sering mendengar “let your money works for you”. Nah, bila pada tahun ini Anda
juga telah mulai melakukan investasi, Anda telah melakukan langkah besar
lainnya. Yang penting adalah Anda memahami perbedaan antara tabungan (savings) dan investasi. Anda tetap
perlu memiliki tabungan untuk memenuhi kebutuhan keuangan yang rutin, sementara
investasi adalah untuk mengoptimalkan imbal hasil yang bisa Anda dapatkan dari
uang Anda dalam jangka panjang.
Pahamilah bahwa investasi tidak berarti Anda harus memiliki uang atau dana
dalam jumlah besar (dengan kata lain Anda tidak perlu menjadi seorang biliuner
untuk mulai berinvestasi). Anda dapat berinvestasi dengan menyisihkan porsi
tertentu dari pendapatan Anda setiap bulannya. Untuk mempermudah berinvestasi
secara rutin, Anda dapat menggunakan fasilitas bank yang secara otomatis
mendebit rekening Anda setiap bulannya untuk investasi.
3.
Bagaimana perkembangan investasi Anda
tahun ini?
Satu hal krusial
yang perlu Anda pahami: investasi adalah untuk jangka panjang. Anda mungkin
merasa khawatir dengan krisis keuangan global belakangan ini karena memberikan
dampak negatif terhadap nilai maupun imbal hasil investasi, terutama bagi Anda
yang berinvestasi reksa dana.Tetap tenang, dan jangan terbawa panik dengan mencairkan
investasi reksa dana karena membawa Anda pada risiko kerugian. Anggaplah ini merupakan tahap pembelajaran
kita dalam berinvestasi, bahwa pasar modal bersifat fluktuatif dan hanya akan
terasa manfaatnya dalam jangka panjang.
Terus meng-update diri Anda
dengan informasi terkini untuk mengikuti perkembangan. Jangan ragu untuk
bertanya kepada orang yang ahli, seperti profesional bank Anda atau manajer
investasi Anda.
4.
Sudahkah Anda memiliki asuransi?
Asuransi kesehatan memproteksi Anda dan
keluarga dari kemungkinan terburuk. Jika memang ada peluang untuk mengambil
produk asuransi tertentu, kenapa tidak? Anda bukan termasuk mereka yang
akhirnya harus menyesal akibat terlambat memproteksi diri sendiri. Karena
apalah artinya kerja keras Anda jika pada akhirnya Anda tak mampu menyelamatkan
penghasilan itu hanya karena Anda lalai memproteksi diri sendiri dan keluarga.
Tentu saja, cermat dalam memilih.
Saatnya juga mengevaluasi produk
proteksi yang sudah Anda miliki. Apakah perlu Anda melakukan penambahan
pembelian produk mengingat usia Anda, beban kerja, dan risiko.
5.
Berapa besar dana darurat Anda saat
ini?
Kalau asuransi memproteksi Anda dalam
jangka panjang, bagaimana dengan kondisi darurat yang sesewaktu bisa muncul.
Apakah Anda telah memiliki dana darurat? Perlukah menambah porsi dana darurat
karena Anda tak bisa memprediksi kebutuhan dan peristiwa di luar Anda.
Sedangkan biaya dan segala kebutuhan itu nampak telah naik sekian persen dari
tahun sebelumnya.
6.
Jika sekarang Utang berkurang, tahun
depan dapatkah Anda melunasinya?
Tentu saja kita berutang untuk memenuhi
kebutuhan hidup. Tetapi, tetapkan target untuk melunasi utang-utang itu tepat
waktu supaya tidak terjerat. Buatlah skala prioritas dan tekad, ada utang yang
bisa dilunasi tahun ini. Ada utang yang memungkinkan untuk dikurangi secara
drastis. Lakukanlah jika itu memungkinkan dan jangan sesekali menambah utang
baru karena usaha Anda itu bakal sia-sia.
7.
Harus menambah penghasilan, dari mana?
Ternyata Anda
harus menambah penghasilan dari pekerjaan tambahan. Penghasilan yang sekarang
terasa mencukupi untuk target perencanaan keuangan Anda. Tetapi, Anda ingin menggandakan
penghasilan itu agar kategori mencukupi itu bisa naik ke level aman atau sangat
aman. Anda masih melihat kemungkinan menambah penghasilan. Barangkali dari
hobby yang bisa menghasilkan duit tambahan atau dari pekerjaan sampingan yang
produktif.
Nah, setelah Anda
melakukan check list di atas, Anda
telah belajar dan memahami kekurangan dan kelebihan kondisi keuangan Anda.
Setelah itu, Anda dapat memulai tahun yang baru dengan perencanaan keuangan
yang lebih baik. Pastikan bahwa perencanaan keuangan yang Anda buat itu bakal
menggandakan penghasilan Anda di akhir tahun depan. Kuncinya, Anda harus
komit!
No comments:
Post a Comment