Lajang alias jomblo di hari Valentine untuk sebagian wanita bukanlah sesuatu yang menakutkan. Mereka bahkan tidak pernah merasa kesepian, atau meratapi diri sendiri dengan mengatakan “Saya telah kalah!”
Berbagai kegiatan malah telah
direncanakan. Seperti Gracia, yang telah jauh hari merencanakan merayakan
Valentine dengan berwisata ke pantai indah di Pulau Komodo. Devi punya cara
lain menghabiskan hari kasih sayang itu dengan memanjakan dirinya. Dia kini
sedang dalam perjalanan menuju perbatasan Chechnya dan Georgia, yang terkenal
dengan barisan pegunungan yang indah.
Jika Gracia dan Devi memilih
traveling, Kiara memilih cara unik lain. Hari kasih sayang itu dia habiskan
bersama perayaan malam kasih sayang bersama orang tua, adik-adik, dan
ponakannya. Sebuah kado telah dipersiapkan sebagai kejutan untuk Devi. Unik
tetapi menyentuh. Cocok dengan karakter Devi yang terkenal murah hati di
kalangan keluarga besarnya.
Begitu mudahnya Gracia, Devi, dan
Kiara melewati hari Valentine itu dengan berbagai aktivitas. Mereka tampil sebagai
pemenang dan meraih impiannya masing-masing tanpa ragu sedikit pun. Dari
manakah kepercayaan diri itu datang? Toh, mereka tidak lebih dari kebanyakan
wanita lajang lainnya yang saat ini harus pula berpeluh keringat mengais
rejeki.
Berbagai kemungkinan saat ini sangat terbuka lebar bagi wanita
lajang untuk mendapatkan momen dan masa depan terbaiknya. Faktanya bahwa, wanita
lajang diberi kebebasan untuk berkarier dan memiliki penghasilan sendiri. Ini
adalah pijakan yang baik untuk merancang masa depan Anda.
Benar. Sekarang bukan lagi era Siti Nurbaya. Anda juga tidak selamanya
harus bergantung pada keluarga. Atau sebagiannya masih berpikiran kuno dengan
berharap seorang pria lajang yang bakal menjadi calon suaminya datang sebagai
penyelamat masa depan Anda.
Lajang juga bukan artinya tidak
peduli dengan urusan keluarga. Meski belum memiliki anak, wanita lajang bahkan
telah memiliki beban. Tak jarang tanggungan seperti orang tua bahkan keponakan
berada di pundak si lajang. Malangnya, si lajang harus menghadapi permasalahan
itu sendiri.
Wanita
lajang tak perlu khawatir untuk memikirkan kedua hal tersebut, antara merancang
masa depan dan memikul tanggungan keluarga. Saatnya Anda meniti karier,
merancang masa depan, dan menjadi penyelamat keluarga Anda. Bukankah demikian
Anda akan tampil sebagai pemenang dalam hidup ini?
Lalu, bagaimana caranya?
1. Milikilah Asuransi
Anda tentu
saja tidak ingin penghasilan sebulan habis seketika karena harus menanggung
biaya pengobatan. Asuransi adalah jawaban yang tepat untuk memproteksi
penghasilan Anda. Pilihlah produk asuransi yang bisa menanggung jiwa,
kesehatan, dan kecacatan. Jangan lupa belikan proteksi untuk tanggungan Anda,
misalnya orang tua, apalagi kalau berusia lanjut dan rentan luka atau penyakit.
Semua ini merupakan fondasi perlindungan kita dari risiko sehari-hari.
2. Segeralah Berinvestasi
Bekerja untuk
mendapatkan penghasilan. Tetapi, bagaimana penghasilan itu bisa berbuah lebih
banyak. Inilah manfaatnya berinvestasi, yaitu menggandakan penghasilan yang diperolah
saat ini. Lagipula, selamatkanlah uang di dompet untuk masa depan Anda. Tidak
untuk kepuasan sesaat. Buatlah perencanaan investasi yang cocok dengan tujuan,
kenyamanan, dan toleransi risiko. Tanyakan dengan detil tentang investasi yang
dipilih.
3. Punya Rumah Sendiri
Apakah yang
kontinu menggerus penghasilan Anda setiap bulannya? Lajang bukan artinya
menyewa tempat tinggal. Ayo mumpung belum memiliki tanggungan segera kumpulkan
uang muka dan apply KPR. Yakinlah, tidaklah rugi buat si lajang mulai mencicil
rumah dari sekarang. Semakin cepat memulai maka jangka waktu mencicil semakin
panjang. Tak terasa, dalam lima sampai lima belas tahun ke depan, si lajang
telah memiliki sebuah aset yang harganya telah naik beberapa kali lipat dari
harga yang dibayar saat ini.
4. Sisihkan untuk Waktu Liburan Terbaik
Inilah saat yang
tepat untuk liburan dengan bepergian ke tempat yang paling Anda inginkan.
Rencanakan dengan matang waktu dan kebutuhan dana. Tidak salah juga dengan
mengisi momen seperti hari Valentine untuk menggapai tempat terbaik dalam kamus
hidupmu. Anda bisa menyisihkan dana tersebut secara rutin dengan mengikuti
program keuangan tertentu.
5. Siapkan Dana Darurat
Meski asuransi
menanggung kita sepenuhnya, dana darurat tetaplah penting. Setidaknya kita
memiliki simpanan sebesar 3 bulan pengeluaran. Hal ini berguna kalau kita harus
cuti dari kantor selama beberapa bulan demi pendidikan lanjutan, bepergian,
atau mengurus orang tua yang lanjut usia. Antisipasilah dengan dana darurat.
6. Menjadi Dermawan
Kita dikenal
pertama karena nama dan kedua karena perbuatan baik. Nama bisa dilupakan,
tetapi perbuatan baik tetap akan dikenang. Tidak ada alasan untuk tidak mampu
menjadi dermawan. Memberi dari kekurangan bahkan lebih mulia daripada memberi
dari kelebihan. Karena di sanalah nilai perbuatan baik Anda diukur. Tetapi,
menjadi dermawan sesungguhnya bukan soal supaya dikenang. Terbiasa untuk
berbuat baik, Anda pun akan menerima kebaikan berlipat ganda dari kebaikan yang
Anda berikan saat ini. Dengan menjadi dermawan, si lajang telah meretas
hubungan keluarga lintas batas, melewati jumlah keluarga Anda saat ini, yang
siap berada di posisimu di saat Anda membutuhkan.
No comments:
Post a Comment