Thursday, 23 April 2015

Wanita Jomblo Tak Perlu Takut Berpetualang



Lajang alias jomblo di hari Valentine untuk sebagian wanita bukanlah sesuatu yang menakutkan. Mereka bahkan tidak pernah merasa kesepian, atau meratapi diri sendiri dengan mengatakan “Saya telah kalah!”



Berbagai kegiatan malah telah direncanakan. Seperti Gracia, yang telah jauh hari merencanakan merayakan Valentine dengan berwisata ke pantai indah di Pulau Komodo. Devi punya cara lain menghabiskan hari kasih sayang itu dengan memanjakan dirinya. Dia kini sedang dalam perjalanan menuju perbatasan Chechnya dan Georgia, yang terkenal dengan barisan pegunungan yang indah.


Jika Gracia dan Devi memilih traveling, Kiara memilih cara unik lain. Hari kasih sayang itu dia habiskan bersama perayaan malam kasih sayang bersama orang tua, adik-adik, dan ponakannya. Sebuah kado telah dipersiapkan sebagai kejutan untuk Devi. Unik tetapi menyentuh. Cocok dengan karakter Devi yang terkenal murah hati di kalangan keluarga besarnya.

Begitu mudahnya Gracia, Devi, dan Kiara melewati hari Valentine itu dengan berbagai aktivitas. Mereka tampil sebagai pemenang dan meraih impiannya masing-masing tanpa ragu sedikit pun. Dari manakah kepercayaan diri itu datang? Toh, mereka tidak lebih dari kebanyakan wanita lajang lainnya yang saat ini harus pula berpeluh keringat mengais rejeki.

Berbagai kemungkinan saat ini sangat terbuka lebar bagi wanita lajang untuk mendapatkan momen dan masa depan terbaiknya. Faktanya bahwa, wanita lajang diberi kebebasan untuk berkarier dan memiliki penghasilan sendiri. Ini adalah pijakan yang baik untuk merancang masa depan Anda.

Benar. Sekarang bukan lagi era Siti Nurbaya. Anda juga tidak selamanya harus bergantung pada keluarga. Atau sebagiannya masih berpikiran kuno dengan berharap seorang pria lajang yang bakal menjadi calon suaminya datang sebagai penyelamat masa depan Anda.

Lajang juga bukan artinya tidak peduli dengan urusan keluarga. Meski belum memiliki anak, wanita lajang bahkan telah memiliki beban. Tak jarang tanggungan seperti orang tua bahkan keponakan berada di pundak si lajang. Malangnya, si lajang harus menghadapi permasalahan itu sendiri.

Wanita lajang tak perlu khawatir untuk memikirkan kedua hal tersebut, antara merancang masa depan dan memikul tanggungan keluarga. Saatnya Anda meniti karier, merancang masa depan, dan menjadi penyelamat keluarga Anda. Bukankah demikian Anda akan tampil sebagai pemenang dalam hidup ini?

Lalu, bagaimana caranya?

1.       Milikilah Asuransi
 Anda tentu saja tidak ingin penghasilan sebulan habis seketika karena harus menanggung biaya pengobatan. Asuransi adalah jawaban yang tepat untuk memproteksi penghasilan Anda. Pilihlah produk asuransi yang bisa menanggung jiwa, kesehatan, dan kecacatan. Jangan lupa belikan proteksi untuk tanggungan Anda, misalnya orang tua, apalagi kalau berusia lanjut dan rentan luka atau penyakit. Semua ini merupakan fondasi perlindungan kita dari risiko sehari-hari.

2.       Segeralah Berinvestasi
Bekerja untuk mendapatkan penghasilan. Tetapi, bagaimana penghasilan itu bisa berbuah lebih banyak. Inilah manfaatnya berinvestasi, yaitu menggandakan penghasilan yang diperolah saat ini. Lagipula, selamatkanlah uang di dompet untuk masa depan Anda. Tidak untuk kepuasan sesaat. Buatlah perencanaan investasi yang cocok dengan tujuan, kenyamanan, dan toleransi risiko. Tanyakan dengan detil tentang investasi yang dipilih. 

3.       Punya Rumah Sendiri
Apakah yang kontinu menggerus penghasilan Anda setiap bulannya? Lajang bukan artinya menyewa tempat tinggal. Ayo mumpung belum memiliki tanggungan segera kumpulkan uang muka dan apply KPR. Yakinlah, tidaklah rugi buat si lajang mulai mencicil rumah dari sekarang. Semakin cepat memulai maka jangka waktu mencicil semakin panjang. Tak terasa, dalam lima sampai lima belas tahun ke depan, si lajang telah memiliki sebuah aset yang harganya telah naik beberapa kali lipat dari harga yang dibayar saat ini.

4.       Sisihkan untuk Waktu Liburan Terbaik
Inilah saat yang tepat untuk liburan dengan bepergian ke tempat yang paling Anda inginkan. Rencanakan dengan matang waktu dan kebutuhan dana. Tidak salah juga dengan mengisi momen seperti hari Valentine untuk menggapai tempat terbaik dalam kamus hidupmu. Anda bisa menyisihkan dana tersebut secara rutin dengan mengikuti program keuangan tertentu.

5.       Siapkan Dana Darurat
Meski asuransi menanggung kita sepenuhnya, dana darurat tetaplah penting. Setidaknya kita memiliki simpanan sebesar 3 bulan pengeluaran. Hal ini berguna kalau kita harus cuti dari kantor selama beberapa bulan demi pendidikan lanjutan, bepergian, atau mengurus orang tua yang lanjut usia. Antisipasilah dengan dana darurat.

6.       Menjadi Dermawan
Kita dikenal pertama karena nama dan kedua karena perbuatan baik. Nama bisa dilupakan, tetapi perbuatan baik tetap akan dikenang. Tidak ada alasan untuk tidak mampu menjadi dermawan. Memberi dari kekurangan bahkan lebih mulia daripada memberi dari kelebihan. Karena di sanalah nilai perbuatan baik Anda diukur. Tetapi, menjadi dermawan sesungguhnya bukan soal supaya dikenang. Terbiasa untuk berbuat baik, Anda pun akan menerima kebaikan berlipat ganda dari kebaikan yang Anda berikan saat ini. Dengan menjadi dermawan, si lajang telah meretas hubungan keluarga lintas batas, melewati jumlah keluarga Anda saat ini, yang siap berada di posisimu di saat Anda membutuhkan.


No comments:

Post a Comment