Menjelang perayaan Imlek, Anda berada di tengah pesta discount yang menggiurkan. Seketika Anda memutuskan untuk menghabiskan bonus hari raya yang telah masuk di rekening. “Saatnya aku memanjakan diriku.” Tidak salah. Itu hak Anda.
Tetapi, tidak segelintir wanita akhirnya mengaku menyesal karena menuruti keinginan berbelanja. Pada akhirnya dirinya terkepung oleh pengeluaran tahunan yang tiba-tiba melonjak. Beberapa bahkan berakhir minus dan kembali memencet nomor telpon bantuan darurat kepada orang tua atau sanak saudara.
Ternyata, memiliki baju, tas, atau sepatu baru tidak membahagiakan
apabila akhirnya hati dan pikiran Anda disesaki dengan tuntutan membayar
kembali pengeluaran tersebut. Apalagi, Anda berada dalam situasi tidak nyaman
seperti harus dikejar-kejar penagih utang dan desakan membayar sewa kontrakan.
Bonus hari raya dan tahunan harus disikapi dengan bijak supaya
kebahagiaan yang Anda miliki itu tidak palsu. Kebahagiaan palsu secara
finansial adalah Anda merasa mampu mengeluarkan duit untuk membeli sesuatu
tetapi segera setelah itu Anda terseret oleh ketidakmampuan melunasi
kewajiban-kewajiban Anda.
Memang tidak harus selalu ketat dengan berbagai perencanaan keuangan
dalam memanfaatkan bonus. Masih ada penghasilan rutin bulanan. Justru ketika
Anda memperlakukan diri Anda secara ketat di hadapan bonus, Anda malah
kehilangan makna bonus sesungguhnya. Karena bonus ialah cara Anda mengeluarkan
diri dari kurungan kewajiban rutin Anda, mengambil inisiatif untuk menata
kembali keuangan, dan memanjakan diri sejenak. Supaya ketiga hal itu bisa
dijalankan, wanita hanya perlu melakukan alokasi bonus sesuai kebutuhannya.
Pertama, alokasikan bonus
untuk membayar utang-utang Anda.
Coba buat apa saja daftar pengeluaran tahunan Anda. Mulai dari premi
asuransi pribadi, STNK, asuransi mobil, perbaikan rumah, bantuan keluarga,
hingga ongkos hari raya dan zakat. Buatlah prioritas dari utang yang harus Anda
lunasi demi mengeluarkan Anda dari jebakan utang. Mana saja kewajiban yang bisa
dibayar dari gaji bulanan Anda, penghasilan tambahan Anda, dan dari bonus saat
ini. Anda tentu saja tidak mungkin menghabiskan semua bonus untuk membayar
utang apabila Anda adalah wanita dengan perencanaan keuangan yang baik.
Kedua, sisihkan untuk dana
darurat.
Pergilah ke bank untuk menyimpan sebagian bonus Anda pada rekening yang
tidak mudah untuk Anda cairkan. Akan sia-sia apabila dana darurat dari bonus
itu disimpan pada rekening dengan ATM atau perangkat elektronik yang mudah digapai.
Anda akan selalu berpikir ‘darurat’ dan cenderung menghabiskan dana itu untuk
kesenangan. Karena sejatinya dana darurat itu benar-benar disisihkan untuk
sesuatu yang tidak terduga dan Anda perlu menyisihkan dana itu untuk menyiasati
kenyamanan Anda pada kondisi darurat yang tidak diinginkan tersebut.
Ketiga, kenapa tidak untuk memanjakan
diri.
Gunakanlah sesuai kebutuhan Anda. Berbelanjalah dengan bijak. Atau, Anda
yang suka bepergian, rencanakanlah perjalanan Anda sesuai dengan alokasi budget
yang ada. Bonus hari raya dan tahunan
adalah hasil kerja keras! Wajar jika Anda ingin memberi hadiah pada diri
sendiri.
Keempat, menata bonus untuk
masa depan.
Nilai plus buat para wanita ialah bila bonus tahunan itu disisihkan juga
untuk investasi. Anda mungkin akan terus menerima bonus tahunan. Tetapi, bonus
itu tidak akan berpengaruh pada masa depan Anda apabila tidak diinvestasikan.
Dengan investasi, bonus tahunan bisa menjadi bonus masa depan.
Lalu, langkah berikut adalah menetukan tujuan investasi, manfaat, dan
risikonya. Pahami produknya secara benar. Dengan begitu, kita sadar prioritas
dalam rencana keuangan dan tidak sembarangan masuk ke produk investasi yang
berisiko tinggi.
No comments:
Post a Comment