Tuesday, 17 February 2015

Menyesal Nanti, Kalau Habiskan Bonusmu Saat Ini Juga!


Menjelang perayaan Imlek, Anda berada di tengah pesta discount yang menggiurkan. Seketika Anda memutuskan untuk menghabiskan bonus hari raya yang telah masuk di rekening. “Saatnya aku memanjakan diriku.” Tidak salah. Itu hak Anda.


Tetapi, tidak segelintir wanita akhirnya mengaku menyesal karena menuruti keinginan berbelanja. Pada akhirnya dirinya terkepung oleh pengeluaran tahunan yang tiba-tiba melonjak. Beberapa bahkan berakhir minus dan kembali memencet nomor telpon bantuan darurat kepada orang tua atau sanak saudara.


Ternyata, memiliki baju, tas, atau sepatu baru tidak membahagiakan apabila akhirnya hati dan pikiran Anda disesaki dengan tuntutan membayar kembali pengeluaran tersebut. Apalagi, Anda berada dalam situasi tidak nyaman seperti harus dikejar-kejar penagih utang dan desakan membayar sewa kontrakan.

Bonus hari raya dan tahunan harus disikapi dengan bijak supaya kebahagiaan yang Anda miliki itu tidak palsu. Kebahagiaan palsu secara finansial adalah Anda merasa mampu mengeluarkan duit untuk membeli sesuatu tetapi segera setelah itu Anda terseret oleh ketidakmampuan melunasi kewajiban-kewajiban Anda.

Memang tidak harus selalu ketat dengan berbagai perencanaan keuangan dalam memanfaatkan bonus. Masih ada penghasilan rutin bulanan. Justru ketika Anda memperlakukan diri Anda secara ketat di hadapan bonus, Anda malah kehilangan makna bonus sesungguhnya. Karena bonus ialah cara Anda mengeluarkan diri dari kurungan kewajiban rutin Anda, mengambil inisiatif untuk menata kembali keuangan, dan memanjakan diri sejenak. Supaya ketiga hal itu bisa dijalankan, wanita hanya perlu melakukan alokasi bonus sesuai kebutuhannya.

Pertama, alokasikan bonus untuk membayar utang-utang Anda.

Coba buat apa saja daftar pengeluaran tahunan Anda. Mulai dari premi asuransi pribadi, STNK, asuransi mobil, perbaikan rumah, bantuan keluarga, hingga ongkos hari raya dan zakat.  Buatlah prioritas dari utang yang harus Anda lunasi demi mengeluarkan Anda dari jebakan utang. Mana saja kewajiban yang bisa dibayar dari gaji bulanan Anda, penghasilan tambahan Anda, dan dari bonus saat ini. Anda tentu saja tidak mungkin menghabiskan semua bonus untuk membayar utang apabila Anda adalah wanita dengan perencanaan keuangan yang baik.

Kedua, sisihkan untuk dana darurat.

Pergilah ke bank untuk menyimpan sebagian bonus Anda pada rekening yang tidak mudah untuk Anda cairkan. Akan sia-sia apabila dana darurat dari bonus itu disimpan pada rekening dengan ATM atau perangkat elektronik yang mudah digapai. Anda akan selalu berpikir ‘darurat’ dan cenderung menghabiskan dana itu untuk kesenangan. Karena sejatinya dana darurat itu benar-benar disisihkan untuk sesuatu yang tidak terduga dan Anda perlu menyisihkan dana itu untuk menyiasati kenyamanan Anda pada kondisi darurat yang tidak diinginkan tersebut.

Ketiga, kenapa tidak untuk memanjakan diri.

Gunakanlah sesuai kebutuhan Anda. Berbelanjalah dengan bijak. Atau, Anda yang suka bepergian, rencanakanlah perjalanan Anda sesuai dengan alokasi budget yang ada.  Bonus hari raya dan tahunan adalah hasil kerja keras! Wajar jika Anda ingin memberi hadiah pada diri sendiri.

Keempat, menata bonus untuk masa depan.

Nilai plus buat para wanita ialah bila bonus tahunan itu disisihkan juga untuk investasi. Anda mungkin akan terus menerima bonus tahunan. Tetapi, bonus itu tidak akan berpengaruh pada masa depan Anda apabila tidak diinvestasikan. Dengan investasi, bonus tahunan bisa menjadi bonus masa depan.

Lalu, langkah berikut adalah menetukan tujuan investasi, manfaat, dan risikonya. Pahami produknya secara benar. Dengan begitu, kita sadar prioritas dalam rencana keuangan dan tidak sembarangan masuk ke produk investasi yang berisiko tinggi.

No comments:

Post a Comment